Berternak ayam potong adalah salah satu jenis ternak yang cukup memiliki prospek yang cerah. Karena permintaan pasar daging ayam yang tinggi dan stabil hampir setiap hari, bisnis ternak ayam potong cukup menjanjikan. Selain permintaan pasar yang tinggi, keuntungan yang akan Anda dapatkan cukup besar karena harga ayam potong rata-rata sekitar Rp 30.000–Rp 40.000,- per kilogram.
Ada banyak modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis ternak ayam potong skala menengah. Salah satu modal utama adalah menyediakan tempat, makanan, dan perawatan untuk ayam-ayam ternak. Untuk menghindari stres bagi ayam-ayam ternak, lokasi yang dipilih untuk ternak ayam potong harus jauh dari keramaian. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari bau kandang ayam yang masuk ke rumah warga.
Tips untuk Memelihara Ayam Potong
Jika Anda ingin memulai bisnis ternak ayam potong, Anda perlu mempersiapkan beberapa hal selain modal uang. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda memulainya.
Pilih lokasi kandang yang jauh dari pemukiman untuk menghindari protes warga karena bau kotoran yang menyengat dan stres ayam-ayam, radius 750m.
Pastikan kandang ternak Anda memiliki sirkulasi udara dan cahaya yang cukup. Pastikan suhu udara cukup stabil dan tidak berubah secara signifikan dalam situasi tertentu, seperti saat suhu menjadi terlalu rendah pada malam hari. Beberapa hal lainnya yang harus diperhatikan adalah ketersediaan listrik dan sumber daya air.
Pertahankan sirkulasi udara yang sehat untuk ternak Anda dengan memberi mereka pakan secara teratur dan selalu menjaga kandang dan lingkungan sekitarnya bersih.
Jangan lupa untuk diberikan vaksinasi tiga kali setiap tiga minggu, pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21.
Selain itu, jangan lupa untuk memberikan vitamin dan antibiotik tepat pada waktunya sebanyak tiga kali setiap hari, pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21.
Mengambil ayam dari kandangnya untuk dipanen membutuhkan teknik tertentu. Ini harus dilakukan secara bertahap dan sistematis, karena penangkapan sekaligus hanya akan membuat ayam lemas dan stres.
Untuk menghindari kenaikan harga saat harga mulai naik, Anda dapat meningkatkan produksi selama satu periode sebelumnya. Ini dapat dilakukan saat Anda merencanakan hari raya Idul Fitri, Natal, tahun baru, atau hari libur lainnya.
Sangat disarankan untuk bekerja sama dengan perusahaan besar karena akan lebih aman dalam hal suplai bibit dan harga jual karena sudah ditetapkan secara terlebih dahulu.
Setelah Anda tahu bagaimana menjaga ternak ayam potong dan ingin menjalankannya, Anda harus memahami risiko yang akan terjadi untuk mengurangi masalah. Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin akan Anda hadapi ketika Anda menjalankan bisnis ternak ayam potong:
Banyak rivalnya. Baik itu rumahan skala kecil dengan ribuan ternak, skala sedang dengan ribuan ternak, atau skala besar dengan puluhan hingga ratusan ribu ternak
Kandang ayam memiliki bau yang sangat menyengat.
Penyakit mudah menular jika kesehatan dan kebersihan tidak terjaga.
Harga turun.
Memelihara ayam kampung tidak semudah memelihara ayam potong atau broiler, karena jenis ayam ini rentan terhadap stres dan kematian mendadak. Akibatnya, Anda harus memeliharanya dengan penuh perhatian dan perawatan. Selama dua minggu pertama, Anda harus memperhatikan dengan cermat bibit ayam; Anda harus mengetahui apakah mereka merasa nyaman di kandang. Ayam sedang beradaptasi dengan lingkungan barunya. Jika Anda merasa tidak nyaman, Anda harus mencari cara untuk pindah ke kandang lain.
Ketika Anda memulai bisnis ternak ayam potong, Anda juga harus memahami harga pasar. Tujuannya adalah untuk mengetahui harga jual daging ternak ayam potong nantinya, sehingga Anda dapat bersaing di pasar. Untuk mendapatkan keuntungan yang besar, jangan mematok harga yang terlalu tinggi dan membuat calon pembeli kabur. Namun, jangan menjual ayam terlalu rendah karena Anda bisa rugi dan dijauhi oleh pesaing Anda.
Analisis modal ayam potong
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, menjalankan bisnis ternak ayam potong pasti membutuhkan modal yang besar. Berikut adalah analisis bisnis untuk ternak ayam potong skala kecil-menengah. Dalam situasi ini, kita memperkirakan jumlah bibit yang akan digunakan sebanyak 500 bibit dan menyewa lahan seluas 100 meter persegi.
Rincian modal awal yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Sewa lahan 100 meter persegi: Rp 10.000.000
Petir: Rp 5.300.000
Makanan dan minuman: Rp 800 ribu
Alat tambahan: Rp 800.000
Jadi, modal awal Anda untuk ternak ayam potong adalah Rp 16.900.000, tidak termasuk biaya operasional dan bibit.
Biaya Pengoperasian
250 ribu rupiah untuk 500 bibit ayam.
12 Karung Pakan: 2.000.000 rupiah
Harga obat dan vaksin adalah Rp 300.000,-.
Harga listrik adalah Rp 225.000.
Penyusutan adalah 600.000,00 rupiah.
2 Karyawan: 4.000.000
Jadi, Anda harus menyiapkan Rp 7.375.000 untuk biaya operasional ternak ayam potong. Itu akan menjadi total Rp 24.275.000,- setelah ditambahkan Rp 16.900.000 dan Rp 7.375.000.
Penghasilan
Anda harus mengetahui usia dan berat ayam yang layak untuk dimakan. Ayam potong dapat dipanen ketika beratnya mencapai 1,5 kg, biasanya pada usia 30-35 hari.
Dengan data ini, estimasi pendapatan yang akan Anda peroleh adalah:
500 ekor Ayam x 1,5kg x Rp 20.000 = Rp 15.000.000,-.
Di antara keuntungan yang akan diperoleh adalah:
Rp 7.625.000,- dihitung dengan mengurangi 15.000.000 dari 7.375.000.
Anda akan mendapatkan omset sekitar Rp 150 juta hingga Rp 180 juta setiap tahun, dengan laba tahunan sekitar 70 hingga 90 juta.

.jpeg)